Proyek Rijit Beton Di Langkapura, Baru Rampung Sudah Nampak Retak, Kualitas Di Pertanyakan.!!!

IMG-20260107-WA0071

Bandarlampung, berita-hukum.com. Proyek pembangunan cor rijit beton di Jl. Karundeng kelurahan langkapura kecamatan langkapura, baru selesai beberapa minggu yang lalu, namun sudah nampak retak-retak, kualitas bangunan dipertanyakan oleh warga setempat.

Kegiatan pembangunan rijit beton yang belum lama sudah terlihat retak dan rusak, menimbulkan dampak negatif di kalangan masyarakat sekitar, pasalnya jalan rijit yang selama ini di nantikan oleh mereka namun sudah nampak rusak, warga merasa sangat kecewa atas kondisi jalan tersebut, bukannya kami tidak mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah, tapi kita lihat sama-sama bagaimana jalan yang baru selesai dibangun kok cepat rusak begini, “ujar sumber setempat dengan nada kecewa- kecewa.

Parmin, salah satu warga sekitar mengungkapkan jalan rijit ini kurang lebih sudah tiga mingguan tapi belum ada satu bulan, saat ditanya jalan ini sudah di bangun, dirinya merasa senang dan bersyukur, harapan saya jalan yang sudah mulai retak, seperti yang dikatakan oleh warga yang sama, agar cepat di perbaiki, sebelum kerusakannya semakin parah.” kata dia saat di konfirmasi media. “Rabu, (7/01/2026).

Lebih lanjut, setelah di tinjau dilapangan akibat retaknya cor rijit beton tersebut, ialah, kurangnya matrial semen, dan banyaknya pasir sehingga kondisi rijit tersebut mudah retak.

Selain itu, proses pemadatan tanahnya kurang maksimal di tambah juga batu spelitnya terlihat sedikit, sehingga dibadan jalan sudah terlihat rontok, batu spelitnya terlihat di permukaan, pembangunan jalan ini sungguh miris sekali dan memicu reaksi dari warga setempat, terkait hal ini, seperti kontraktor dan Dinas PU kota Bandar lampung agar segera dapat memperbaiki jalan yang rusak, karena jalan ini merupakan akses yang dipergunakan bukan saja warga setempat melainkan masyarakat umum.”ungkapnya.

Mereka juga menyebut pihak dari Instansi terkait dan Aph jangan tutup mata dan hanya duduk dikntor saja, coba turun kelapangan memantau ketika berlangsungnya suatu pekerjaan tersebut, agar mengetahui apakah pekerjaan itu sudah layak ataukah tidak, karena dari pemantauan itu dapat mencegah adanya praktek manipulasi dan tindakan korupsi didalam proyek tersebut.

Hingga berita ini terbit, pihak-pihak terkait belum dapat di minta tanggapan terkait persoalan proyek tersebut. (Tim)